BIOGRAFI MUHAMMAD SALACHUDIN AL’AYUBI
Nama saya adalah Muhammad
Salachudin Al’Ayubi atau sering disebut Ayubi. Lahir di Jakarta, 11 September
1999. Saya adalah seorang anak kedua dari dua bersaudara, ibu saya bernama Rosita
Patimah dan ayah saya bernama Ajat Sudrajad, dan mempunyai kakak bernama Mega
Lambarosa. Saya tinggal di Jl. Loster no.14 RT004 RW004 Kelurahan Kayuputih,
Kecamatan Pulogadung Jakarta timur.
Saya pernah bersekolah di SD Muhammadiyah 41 kayuputih pada tahun (2006-2012), lalu
melanjutkan ke jenjang SMP Diponegoro 1 Jakarta (2012-2015), sampai SMK
Diponegoro Jakarta (2015-2018). Saat ini saya adalah seorang mahasiswa di salah
satu Universitas swasta di daerah Jakarta timur, yaitu KALBIS INSTITUTE. Sejak
SD saya gemar sekali berolahraga, saya gemar berolahraga Basket. Lalu saat
SMP barulah saya mengenal olahraga beladiri Taekwondo, dan pada saat itulah saya mulai menyukai Taekwondo.
Pada tahun awal saya berlatih Taekwondo dengan giat
bersama teman-temannya, rintangan demi rintangan saya lalui sampai pada akhirnya saya mengikuti kejuaraan pertama, yaitu “SETU TAEKWONDO CHAMPIONSHIP 1”. Saya memenangkan kejuaraan itu dan berhasil merebut medali emas, dan itu
menjadi medali Taekwondo pertama yang saya raih. Sejak saat itu saya merasa senang sekali
karena dapat meraih medali emas, saya mulai terus berlatih dengan giat. Seiring
waktu berjalan, saya mempunyai kendala dengan waktu sekolahnya yang membuat saya binggung karena tiap kali saya ingin mengikuti kenaikan sabuk dan saat itu saya juga harus mengikuti acara dari sekolah.
Tetapi itu semua tidak menghentikan semangatku, walaupun saya tidak dapat mengikuti kenakan sabuk dengan lancar tapi saya tetap giat
berlatih Taekwondo. Sampai pada saat pertandingan keduanya saya ikuti, yaitu
kejuaraan “Walikota CUP IV”. Tetapi pada saat itu saya hanya biasa membawa pulang
medali perunggu. Saya dikalahkan ‘KO’ oleh lawan saya, saat itu lawannya menendang
leher saya dan saya pun terjatuh ‘KO’. Tetapi kekalahan itu sama sekali tidak
mematahkan semangat saya.
Sejak
saat itu saya terus berlatih seperti biasa tanpa melupakan sekolah. Sampai
tiba saat saya bertanding di kejuaraan “Walikota CUP V”. Akan tetapi saya kalah
lagi oleh lawan saya pada saat di final, dan saya hanya berhasil membawa pulang
medali perak. Sekali lagi saya tidak bersedih karena gagal membawa pulang medali
emas. Waktu demi waktu berjalan, saya mulai mengurangi berlatih Taekwondo karena saya harus mengikuti ulangan kenakan kelas untuk dapat naik ke kelas 3 smp, saya mulai fokus belajar untuk mengikuti ulangan.
Saat saya sudah di kelas 3 smp, saya mulai melanjutkan hobby saya yaitu Taekwondo tapi
tidak serajin pada saat dulu karena saya harus banyak belajar untuk Ujian
Nasional. Pada saat ini saya tidak mengikuti pertandingan apapun, saya hanya
berlatih dan mengikuti ujian kenaikan sabuk saja. Karena saya sudah jarang
berlatih maka mulailah muncul rasa bosan dengan Taekwondo dan saya berhenti
latihan selama kurang lebih 6 bulan lamanya. Sampai saat saya lulus SMP, saya melanjutkan sekolah di yayasan yang sama yaitu SMK Diponegoro 1 jakarta, saya memilih jurusan Multimedia.
Setelah
6 bulan lamanya tidak berlatih, saya mulai merasa mempunyai motivasi untuk
berlatih lagi, dan saya pun mulai berlatih dengan giat kembali. Sampai pada
kejuaraan Taekwondo ke tiga, yaitu “SETU TAEKWONDO CHAMPIONSHIP 6”. Lalu saya kembali memenangkan medali emas, tentunya di kejuaraan yang sama pada saat itu.
Dia mulai menyadari satu hal yang penting kenapa saya bisa kalah di kejuaraan
sebelumnya yaitu ‘Jika kita ingin meraih sesuatu maka berlatihlah dengan giat
dan belajarlah dari kesalahmu’.
Kekalahan
yang saya alami karena saya tidak belajar dari kesalahan yang pernah saya lakukan,
yaitu tidak berlatih dengan giat seperti pertama kali latihan. Sampai saat
itu saya berlatih lebih giat lagi, ia mulai mengevaluasi tendangan yang ia latih,
dia juga berlatih skipping 1000x setiap dua hari sekali. Saya percaya bahwa
‘Usaha tidak pernah mengkhianati hasil’. Saya juga banyak melihat video tentang
motivasi, dan juga teknik latihan yang benar.
Saya mempunyai motivasi yang kuat sekali dalam hidup terutama tentang olahraga. Saya mempunyai impian untuk menjadi atlet besar kelak, walau banyak kekecewaan,
rasa sakit, hambatan yang menimpa, tapi saya tetap optimis. Terkadang mungkin saya merasa lelah dengan apa yang saya lakukan, saya juga sering sekali memikirkan untuk
berhenti dari perjuangannya selama ini, saya juga pernah berhenti melakukan
impiannya. Tetapi belum lama saya berhenti mulailah muncul kembali motivasi dan
keinginan yang kuat dari dalam hati sehingga saya harus terus mencapai apa yang saya inginkan.
Saya selalu berfikir, walau kelak saya tidak bias menjadi atlet besar tetapi saya bisa terus bersemangat terhadap apapun yang saya lakukan. Saya juga mempunyai keinginan untuk mengobarkan semangat kepada teman atau generasi muda nantinya, agar mereka dapat terus tidak berputus asa terhadap apa yang mereka inginkan, walau sesulit apapun rintangannya. . Seperti kata Eric Thomas “WHEN YOU WANT TO SUCCEED AS BAD AS YOU WANT TO BREATHE, THEN YOU’LL BE SUCCESSFUL”. Terima kasih.
Komentar
Posting Komentar